CONTOH MAKALAH: KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA

KETERAMPILAN BERBICARA
Diajukan untuk memenuhi tugas guru mata kuliah Bahasa Indonesia

              Disusun Oleh
          Ayu Silky Yenadi
            Doni Rismanto
         Enung Sinta Nuriah
            Vella Febrianti

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TIRTAYASA
2015


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur pertama penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan nikmat-Nya lah penulis di berikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Tidak lupa pula sholawat dan salam penulis curahkan kepada Rasulullah SAW semoga kita selalu dalam lindungan beliau.
Karya tulis yang berisikan tentang keterampilan membaca ini disusun untuk melengkapi tugas kelompok mata kuliah Bahasa Indonesia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tahun 2015, yang berisikan beberapa kajian tentang keterampilan berbicara, baik dari pengertian hingga kajian lebih lanjut.
Penulisan karya tulis ini dimungkinkan oleh adanya bantuan dan bimbingan dari berbagi pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingan kepada :
Kedua orang tua
Pak Dema selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia
Pak H. Solih selaku kepala jurusan BK, dan
Kawan-kawan jurusan BK lainnya
Penulis menulis karya tulis ini sebaik-baiknya, namun penulis juga menyadari kemungkinan adanya kekurangan atau kesalahan yang tidak disengaja. Oleh karena itu penulis mohon maaf kepada para pembaca pada umumnya. Kritik dan saran penulis terima dengan rasa syukur.
Akhir kata semoga karya tulis ini bermanfaat baik bagi penulis maupun para pembaca.
Serang, 06 Oktober 2015

Penulis


DAFTAR ISI
COVER.................................................................................................................1
KATA PENGANTAR..........................................................................................2
DAFTAR ISI........................................................................................................3
BAB I. PENDAHULUAN..................................................................................4
A. latar Belakang.................................................................................................4
B. Rumusan Masalah............................................................................................5
C. Tujuan Masalah...............................................................................................6
D. Manfaat Penulisan..........................................................................................6
E. Metode Penulisan...........................................................................................6
BAB II. PEMBAHASAN..................................................................................7
A.    Pengertian Keterampilan Berbicara..........................................................7
B.     Tujuan Berbicara.....................................................................................8
C.     Faktor Penunjang Kegiatan Berbicara...................................................9
D.    Faktor Penghambat Kegiatan Berbicara.................................................10
BAB III. PENUTUP..........................................................................................11
A.    Kesimpulan............................................................................................11
B.     Saran.......................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................12





BAB I
PENDAHULUAN
A. latar Belakang
Manusia tidak lepas dari kegiatan berkomunikasi, dengan komunikasi kita semua dapat berhubungan satu sama lain. Seseorang yang mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik akan lebih mudah bergaul terutama dengan lingkungan masyarakat.
Keteerampilan berbahasa merupakan modal utama dalam komunikasi yang terdiri dari 4 aspek yaitu: menyimak atau mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.
Komunikasi pula tidak lepas dari kegatan berbicara, maka dari itu keterampila berbicara dapat menunjang dalam berkomunikasi. Maka salah satu aspek berbahasa yang harus dikuasai oleh sisa adalah berbicara, sebab keterampilan berbicara menunjang ketearampilan lainnya (Tarigan 1986: 86)
Keterampilan ini bukanlah suatu jenis keterampilan yang dapat diwariskan secara turun temurun walaupun pada dasarnya secara alamiah setiap manusia dapat berbicara. Namun, keterampilan berbicara secara formal  memerlukan latihan dan pengarahan yang intensif. Stewart dan Kennert Zimmer (Haryadi dan Zamzani, 1997:56) memandang kebutuhan akan komunikasi yang efektif dianggap sebagai suatu yang esensial untuk mencapai keberhasilan  setiap individu maupun kelompok.  Siswa yang mempunyai keterampilan berbicara yang baik, pembicaraannya akan lebih mudah dipahami oleh penyimaknya. Berbicara menunjang keterampilan membaca dan menulis. Menulis dan berbicara  mempunyai kesamaan yaitu sebagai kegiatan produksi bahasa dan bersifat menyampaikan informasi. Kemampuan siswa dalam berbicara juga akan bermanfaat dalam kegiatan menyimak dan memahami bacaan.
Akan tetapi, masalah yang terjadi di lapangan adalah tidak semua siswa mempunyai kemampuan berbicara yang baik.Oleh sebab itu, pembinaan keterampilan berbicara harus dilakukan sedini mungkin. Pentingnya keterampilan berbicara atau bercerita dalam komunikasi juga diungkapkan oleh Supriyadi (2005:178) bahwa apabila seseorang memiliki keterampilan berbicara yang baik, dia akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional. Keuntungan sosial berkaitan dengan kegiatan interaksi sosial antarindividu. Sedangkan, keuntungan profesional diperoleh sewaktu  menggunakan bahasa untuk membuat  pertanyaa-pertanyaan, menyampaikan fakta-fakta dan pengetahuan, menjelaskan dan mendeskripsikan. Keterampilan berbahasa lisan tersebut memudahkan siswa berkomunikasi dan mengungkapkan ide atau gagasan kepada orang lain.Pentingnya penguasaan keterampilan berbicara untuk siswa Sekolah Dasar juga dinyatakan oleh Farris (Supriyadi, 2005:179) bahwa pembelajaran keterampilan berbicara penting dikuasai siswa agar mampu mengembangkan kemampuan berpikir, membaca, menulis, dan menyimak. Kemampuan berpikir mereka akan terlatih ketika mereka mengorganisasikan, mengonsepkan, mengklarifikasikan, dan menyederhanakan pikiran, perasaan, dan ide kepada orang lain secara lisan.

B. Rumusan Masalah
Dengan melihat yang ada dala latar maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa rumusan masalah yang dapat diambil adalah:
a)      Apakah yang dimaksud berbicara?
b)      Apa sajakah tujuan berbicara?
c)      Apa sajakah faktor penunjang kegiatan berbicara?
d)     Apa sajakah faktor penghambat kegiatan berbiara?

C. Tujuan Masalah
a)      Untuk mengetahui apa yang dimaksud berbicara
b)      Untuk mengetahui apa tujuan berbicara
c)      Untuk mengetahui apa faktr penunjang kegiatan berbucara
d)     Untuk mengetahui apa faktor penghambat kegiatan berbicara
D. Manfaat Penulisan
a)      Untuk menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah Bahasa Indonesia
b)      Sebagai bahan ajar bagi para pembaca
c)      Sebagai bahan referensi
E. Metode Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini penulis menggunakan metode pustaka dan metode googling, dimana penulis mencari materi materi yang ada pada karya tulis ini dengan bantuan internet dan referensi beberapa buku Bahasa Indonesia yang ada di perpustakaan



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Keterampilan Berbicara
Berbicara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara langsung apakah sang pembicara memahami atau tidak baik bahan pembicaraan maupun para penyimaknya, apakah dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia mengkombinasikan gagasan-gagasannya apakah dia waspada serta antusias ataukah tidak.
Menurut Nurgiyantoro (1995:276) berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia belajar untuk mengucapkan dan  akhirnya terampil berbicara. Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan,serta perasaan (Tarigan, 1983:14). Dapat dikatakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar  (audible) dan yang kelihatan  (visible)  yang memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia demi maksud  dan tujuan gagasan atau ideide yang dikombinasikan. Berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis,semantik, dan linguistik.Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa berbicara diartikan sebagai suatu alat untuk mengkombinasikan gagasan-gagasan yang disusun serta mengembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
 KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA
 KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA


B.     Tujuan Berbicara
Berbicara merupakan sarana kita berkomunikasi satu sama lain, sebelum menjelasakan tujuan berbicara alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu fungsi bahasa, fungsi bahasa yang kita tahu sangat banyak sekali, diantaranya:
a)      Bahasa sebagai sarana komunikasi, yaitu kita tahu bahwa bahasa merupakan sarana kita untuk melakukan komunikasi satu sama lain.
b)      Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi, yaitu dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan, misalnya pekerjaan, integritas kerja suatu instansi atau karyawan.
c)      Bahasa sebagai sarana kontrol sosial, yaitu bahasaberfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam omunikasi dapat saling memahami.
d)     Bahasa sebagai sarana memahami dri, yaitu bahasa dalam membangn karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya sendiri.
e)      Bahasa sebagai sarana ekspresi diri, yaitu yaitu bahasa dapat digunakan untuk mengekspresikan diri misalnya menyatakan cinta
f)       Bahasa sebagai sarana memahami orang lain, yaitu untuk menjamin efektivitas komunkasi.
Dan masih banyak lagi fungsi bahasa bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya bahasa yang memiliki fungsi yang banyak itu tak dapat lepas dari tujuan berbicara itu sendiri sebagai aplikasi dalam berbahasa, tujuan berbicara Menurut Djago, dkk (1997:37) tujuan pembicaraan biasanya dapat dibedakan atas lima golongan yaitu
 (1) menghibur,
(2) menginformasikan,
(3) menstimulasi,
 (4) meyakinkan, dan
 5) menggerakkan.
C.     Faktor Penunjang Kegiatan Berbicara
Faktor  penunjang pada kegiatan berbicara sebagai berikut. Faktor kebahasaan, meliputi
a) ketepatan ucapan,
b) penempatan tekanan nada, sendi atau durasi yang sesuai,
c) pilihan kata,
d) ketepatan penggunaan kalimat serta  tata bahasanya,
e) ketepatan sasaran pembicaraan. Sedangkan  faktor nonkebahasaan, meliputi
f) sikap yang wajar, tenang dan tidak kaku,
g) pendangan harus diarahkan ke lawan bicara,
h) kesediaan menghargai orang lain,
i) gerak-gerik dan mimik yang tepat,
j) kenyaringan suara,
k) kelancaran,
l) relevansi, penalaran,
m) penguasaan topik.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi kegiatan berbicara adalah faktor urutan kebahasaan  (linguitik)  dan non
kebahasaan (nonlinguistik).
D.    Faktor Penghambat Kegiatan Berbicara
Ada kalanya proses komunikasi mengalami gangguan yang mengakibatkan pesan yang diterima oleh pendengar tidak sama dengan apa yang dimaksudkan oleh pembicara. Tiga faktor penyebab gangguan  dalam kegiatan berbicara, yaitu:
1) Faktor fisik, yaitu faktor yang ada pada partisipan sendiri dan faktor yang berasal dari luar partisipan.
2) Faktor media, yaitu faktor linguitisk dan faktor nonlinguistik, misalnya lagu, irama, tekanan, ucapan, isyarat gerak bagian tubuh, dan
3) Faktor psikologis, kondisi kejiwaan partisipan komunikasi, misalnya dalam keadaan marah, menangis, dan sakit.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
·         Berbicara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara langsung apakah sang pembicara memahami atau tidak baik bahan pembicaraan maupun para penyimaknya, apakah dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia mengkombinasikan gagasan-gagasannya apakah dia waspada serta antusias ataukah tidak.
·         Tujuan berbicara dibagi menjadi 5 golongan, yaitu:
(1) menghibur,
(2) menginformasikan,
(3) menstimulasi,
 (4) meyakinkan, dan
 5) menggerakkan.

B.     Saran
Untuk para pembaca yang membaca karya tulis ini, dimohon mengajukan kritik dan saran kepada penulis demi peningkatan karya tulis yang penulis buat kedepannya, semoga karya tulis ini bermanfaat.


DAFTAR PUSTAKA

H,S, Widjono.2005.Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi.jakarta
Haryadi dan Zamzani.1996/1997.  Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia.Depdikbud Dirjen Dikti bagian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Supriyadi, dkk. 2005. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Depdikbud
Tarigan, H.G. 1986. Berbicara sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

0 Response to "CONTOH MAKALAH: KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA"

Post a Comment